Pages

Minggu, 08 November 2009

OBROLAN PINGGIR JALAN MAHASISWA PESAKITAN

OBROLAN PINGGIR JALAN MAHASISWA PESAKITAN

(from komunikasi ‘06)

Percakapan telah terjadi di pinggir jalan tadi malam. Tentang yang dirugikan dan yang diuntungkan. Setidaknya ada 5 bibir ikut nimbrung disitu, tapi kau tak perlu tahu siapa satu per satu orangnya. Diawali dari celetukan:

“kok bisa ya M dapet (A), padahal waktu ditanya dia sendiri kurang yakin dengan apa yang ditulisnya…”

“iya, rasanya gak jauh beda kok dengan kita”

“eh, dia loh satu2nya dari kita yang dapet (A)”

“kamu dapet apa jel…?”

“biasalah, (C+)”

“hahahaha, aku juga” tos! “kan labelnya emang kita angkatan (C+)”

“hmm…. brarti dugaanku benar selama ini”

“emang kamu punya dugaan apa?”

“di tempat kita belajar emang selalu dibentuk 1 mahasiswa perfeksionis. Liat IPK-nya aja 3.8, ckckckck”

“wah superman donk ”

“eh, taun lalu yang jadi cewek loh”

“brarti wonder woman”

Hawahahahahaha.

“wah hebat ya tempat kita belajar, bisa mencetak aktor2 fiktif yang hebat luar biasa”

“M bisa dapet (A) menurutku itu wajar”

“wajar dari mana? Emang garapannya bener2 bagus? Atau apa dia bener2 nguasai materi? Biasa aja tuh…”

“eh belum tau kamu, konon garapannya itu sudah dipesen sama guru besar kita loh. Apa gak keren itu namanya?”

“hebat donk!! Tapi aku rasa guru besar kita gak se-cetek itu pemikirannya”

“hey, kalian jangan iri gitu. Masak kalian gak juga sadar, selama ini M selalu dapet (A) itu bukan sematamata dari 1 aspek saja. Selain dia deket sama dosen2, pendiam gak banyak tingkah, penurut, sudah bekerja, dandanananya rapi gak awut2an kayak “B” dia juga BERTAKWA sama TUHAN YME, gak kayak kalian: begajulan!”

Hwahahahahaha.

“brarti dosen2 kita Tuhan donk”

“hush… Jangan bicara gitu. Gak ilok!”

Hening sesaat. Sebagian tampak merenung, sebagian lagi sibuk ngunyah roti bakar, menyalakan rokok, lalu sebagian lagi utak-atik HP. Berpikir kata apa lagi yang bakal dimunculkan untuk menuangkan uneg2 di pinggir jalan.

“moga aja hasil penilaian kemaren dipajang besar2 di depan kantor. Aku pengen tau gimana malunya wajah mereka”

“udalah, yang pasti: aku kecewa sama sistem di tempat kita belajar”

“kok bisa???”

“gimana enggak. kita sudah dijadikan klinci percobaan kurikulum. MoU waktu kita masuk dengan yang kita jalani kan benar2 beda.”

“itu kan karna konversi. n’ kata Bu N itu wajar terjadi di semacam tempat kita belajar. Dimanapun!”

“konversi itu kan mata kuliah lama diganti dg yang baru, bukan nambah2in mata kuliah baru”

“iya, harusnya semester depan kita kan uda free kul. Tapi kita masih harus nempuh 1 mat-kul lagi. Padahal kita tengah nyelesaikan skripsi. Apa kata dunia kalo Mhsw sudah skripsi, masih harus kuliah lagi. Kapan lulusnya?? Calon suamiku uda gak sabar nunggu. hehehe”

“wah ini lebih asik kalo smester depan ada konversi lagi. Tinggal nunggu wisuda, kita diwajibkan nempuh 1 mat-kul baru lagi, n adanya cuma di smester depannya lagi… sip! Kamu bisa jadi prawan tuwir”

Hwahahahahaha.

“tapi yo ojok sampek rek. Kebangeten! Ortuku uda capek biayai kuliahku. Iya nek bapakku jendral utawi direktur, duweknya akeh… gak masalah kuliah sampek kiamat. Enak pisan isok dulinan terus sama kamu2 sampek gak krasa tuweknya.”

“heh. Kenapa kamu diem aja dari tadi? Dirubung semut kapok koen!”

“hah… aku capek magang. Kebanyakan duduk gak ngapa2in bokongku sampe mau ambeiyen”

Wkakakakakak.

“eh, sek ta. Sminar kmaren tu rsanya ada yang kurang deh,”

“opone, ::gak penting::-nya ta?? hahahaha”

“setauku prosesi seminar itu diawalli dari pengajuan judul, trs ada bimbingane jg, baru seminar”

“lha kemaren itu mosok seminar, wonk kmrn itu ujian kok”

“salah. Bukan ujian. Tapi pembantaian”

“wingi iku loh ketotprak humor sapa yg bilang seminar…”

“wes sarannya gak jelas, ngoceeeeeeeeeh ae ky’ cucak rowo. Isoke komen GAK PENTING”





Berkali-kali dikecewakan apa kami akan tetap diam?

Catatan:

BENAR2 dikutip dari obrolan Komunikasi ‘06

Madura, 06/11/’09 malam

by: bedjo*
(maaf bila salah pemberian nama. admin)

10 komentar:

Anonim mengatakan...

wes gak heran mas...
mau gimana lagi

Anonim mengatakan...

uda tradisi ia maz

uus mengatakan...

forum terbuka rek jangan takut pakai nama asli aja..
gak kiro di blacklist

Anonim mengatakan...

hahahaha, ia bener-bener.

inilah wajah komunikasi tercinta kita.

aku gak pengen hadirkan kembang kertas nan indah, kalo nyatanya yang ada kembang kuburan.

kampoengan mengatakan...

kembang atau kemenyan, nyatanya begitulah yang ada...
jadilah M agar jadi supermen berikutnya. tapi kalau emang itu yang kamu mau...
nilai itu bukan acuan kawan...!
dikertas (A) diotak (D) ya percuma!!!

Anonim mengatakan...

sep.


dan kalo dosen yang bersangkutan siapa neh. jadi pengen tau?

uus mengatakan...

dosen yang sangat kita cintai pokoknya.... hehe

Anonim mengatakan...

ia tau, tapi siapa?

sekalipun kita tidak terkait di sini, paling tidak kita tau siapa dosen itu.

jadi gak asik donk,

katanya ni forum bebas ngomong. tapi kalo rahasia2-rahasiaan gimana mau komentar.

uus mengatakan...

PASTINYA hanya satu orang yang punya nama huruf awal M ya gK??

kampoengan mengatakan...

ralat ne ya...
baiknya dibaca lagi aja isinya. dipahami dan dihayati dengan seksama. biar gak salah persepsi

Posting Komentar

 
Powered by Blogger